<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Portico + Friends printing &#187; blog</title>
	<atom:link href="http://www.printdimanaaja.com/category/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.printdimanaaja.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Aug 2010 08:54:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bisnis Cetak Merangkul &#8220;Web&#8221;</title>
		<link>http://www.printdimanaaja.com/2009/04/25/bisnis-cetak-merangkul-web/</link>
		<comments>http://www.printdimanaaja.com/2009/04/25/bisnis-cetak-merangkul-web/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 11:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.printdimanaaja.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Apa jadinya kalau semua orang dan semua perusahaan memiliki visi untuk menjadikan aktivitasnya berbasis online? Bagaimana dengan nasib kertas, dan seperti apa pula masa depan printer dan dunia percetakan? Terlebih sekarang ini ada semacam gimick baru: we are paperless company, yang hanya berbasis web dan tak mengenal dunia cetak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p>Kompas.com</p>
<p>Web 2.0 adalah istilah dari pakar web, Tim O’Reilly, untuk menyebut generasi web berteknologi desain dinamis. Belakangan juga muncul istilah Office 2.0, Community 2.0, Enterprise 2.0, juga Print 2.0. Istilah 2.0 dianggap representasi bahwa mereka telah memasuki era web dinamik yang lebih kompleks dibanding era web statik.</p>
<p>Web 2.0 diwakili situs-situs jaringan pertemanan online yang interaktif, semisal Friendster dan Youtube, dan kini telah menjadi ”brand” baru bagi netizen, warga dunia yang hidupnya bergantung pada infrastruktur web. Semuanya serba web. Lalu, mau ke manakah ”generasi cetak”?</p>
<p>Print 2.0 merupakan istilah yang diperkenalkan produsen printer Hewlett-Packard (HP). Lewat napas 2.0 itu, kira-kira HP berharap netizen tetap nyaman mencetak dokumen, baik dokumen konvensional maupun dokumen yang berasal dari website. Apakah sesederhana itu?</p>
<p>Apa jadinya kalau semua orang dan semua perusahaan memiliki visi untuk menjadikan aktivitasnya berbasis online? Bagaimana dengan nasib kertas, dan seperti apa pula masa depan printer dan dunia percetakan? Terlebih sekarang ini ada semacam gimick baru: we are paperless company, yang hanya berbasis web dan tak mengenal dunia cetak.</p>
<p>Kedengarannya ini merupakan kiamat kecil bagi dunia printer. Namun, berbagai inovasi terus dilakukan produsen printer untuk bisa bertahan dari tren dunia online. HP menamai inovasi itu sebagai Print 2.0 (baca: print two dot o) untuk menyatakan komitmen mereka dalam penyediaan peralatan yang web-friendly.</p>
<p>Secara khusus, tahun 2008 ini, HP Asia Pacific agresif mempromosikan diri untuk memasuki dunia Print 2.0. Bahkan, beberapa waktu lalu, HP Asia Pacific dengan kekuatan penuh— ditandai hadirnya banyak pejabat HP di Asia Pacific—menggelar workshop khusus untuk media massa Asia Pasifik di Shanghai, China.</p>
<p>Walaupun intinya untuk merilis 25 produk terbaru, tetapi pertemuan ini menarik perhatian media massa karena HP tak membahas soal teknis printer. Mereka membahas sisi lain dari dunia bisnis cetak kelas kecil-menengah hingga membahas tren dunia: Green IT.</p>
<p><strong>Teknologi hijau</strong></p>
<p>Pertemuan di Shanghai itu telah mengisyaratkan platform 2.0 serius digarap menjadi lahan bisnis masa depan. Dari sini bisa dinilai, Print 2.0 tak hanya dijadikan gimick, Print 2.0 bisa dimanfaatkan menjadi penyemangat bagi lahirnya ”green IT” atau teknologi informasi hijau yang lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Keberanian HP justru menantang khitah bisnis mereka yang sebenarnya lekat dengan dunia kertas. Web adalah dunia paperless. Akan tetapi, kenapa HP mengampanyekan Print 2.0 yang dekat dengan misi dunia tanpa kertas?</p>
<p>Senior Vice President untuk HP Imaging and Printing Group Asia Pasifik Christopher Morgan mengatakan, orang hingga kini masih ingin mendapatkan bahan informasi secara nyaman dan mudah. ”Karena itu, kertas tetap dibutuhkan. Kami tidak memprediksi bagaimana perusahaan berbasis kertas 10 tahun yang akan datang? HP mengantisipasinya mulai sekarang dengan Print 2.0,” katanya.</p>
<p>Vice President Commercial Printing, Imaging and Printing Group Asia Pasifik dan Jepang Herbert Koeck mengatakan, ”Peluncuran ini dibuat dengan strategi bisnis Print 2.0. Para pengguna dari kalangan sektor komersial akan dimudahkan dalam mencetak di mana saja dan kapan saja, bisa di rumah, melalui layanan ritel, maupun lewat penyedia layanan percetakan,” katanya.</p>
<p>Apakah HP hanya menggunakan Print 2.0 sebagai andalan untuk meningkatkan posisinya di era web? Pada pertemuan di Shanghai, isu yang dominan justru bukan teknologi hardware, bukan lagi soal printer. Manajemen pengelolaan lebih dikemukakan untuk menyiapkan konsumen menuju era web.</p>
<p>Cukup membingungkan strategi HP ini mengingat HP sebenarnya bukanlah perusahaan berbasis web (webbase), HP tetap saja perusahaan paperbase. Namun, HP yakin dengan tiga solusi, yakni optimalisasi infrastruktur perkantoran, mengelola lingkungan percetakan, dan meningkatkan alur kerja printer. Plus, teknologi harus bisa memastikan semuanya mendukung kampanye ”green IT”, teknologi informasi ramah lingkungan.</p>
<p>Jika dipahami secara ekstrem, bila ingin meningkatkan kecepatan, kualitas, efektivitas, dan efisiensi dalam hal mencetak, maka rombak saja kebiasaan lama dalam mencetak, fotokopi, dan pengiriman dokumen. Sebegitu seriuskah sebuah perusahaan harus mengatur hal cetak-mencetak?</p>
<p>Tanpa disadari, menurut Gartner, lembaga riset bidang teknologi informasi terkemuka, perusahaan menghabiskan 1-3 persen dari penghasilan per tahun hanya untuk urusan cetak-mencetak. Data lain dari Buyer’s Laboratory, 90 persen perusahaan tak memiliki detail pengeluaran untuk cetak-mencetak ini.</p>
<p>Adapun menurut perusahaan riset IDC, bidang teknologi informasi sebuah perusahaan meluangkan waktu hingga 15 persen hanya untuk urusan cetak-mencetak. Masih menurut IDC, 23 persen telepon yang masuk ke layanan bantuan terkait masalah printer.</p>
<p>Oleh karena itu, perlu terobosan penyadaran bahwa masalah print bukanlah hal sepele. Ke depannya, perusahaan sudah menghadapi persoalan utama yang bukan lagi tentang hardware (printer), melainkan persoalan sistem pengelolaan ini.</p>
<p>Salah satu perusahaan yang menggunakan solusi HP untuk mengelola semua kantor yang berada di berbagai negara adalah perusahaan Amerika Serikat, 3M. Dengan menerapkan alur kerja printer yang sentralistik, 3M bisa mengurangi jenis perangkat printer seluruh dunia dari 101 model menjadi 9 model.</p>
<p>”Pengelolaan printer terpusat menggunakan web jetadmin dari HP, sehingga 3M bisa mengirit hingga 3 juta dollar AS dalam dua tahun pertama. Total biaya cetak per lembar berkurang juga hingga 90 persen,” begitu pengakuan Paul B White, Manajer Layanan Cetak 3M.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.printdimanaaja.com/2009/04/25/bisnis-cetak-merangkul-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Winds of Change</title>
		<link>http://www.printdimanaaja.com/2009/02/08/perubahan-perlu/</link>
		<comments>http://www.printdimanaaja.com/2009/02/08/perubahan-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 11:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.printdimanaaja.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[<br/>Perubahan itu penting!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br/><p>Perubahan itu penting!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.printdimanaaja.com/2009/02/08/perubahan-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
